Selasa, 07 November 2017

Pengantar Manajemen


Judul Buku : Pengantar Manajemen
Penulis : Dr. H.B. Siswanto, M.Si.
Penerbit : PT Bumi Aksara
Tahun Terbit : 2005
Tempat Terbit : Jakarta
Cetakan : Pertama, April 2005
Halaman : v, 211
ISBN : 979-526-704-3
Harga Buku : -

Pengantar Manajemen

A.  Biografi Penulis
Lahir di Yogyakarta, 18 Agustus 1960, Dr. H.M. Bedjo Siswanto, M.Si. mendapatkan gelar doktornya dari PPS IPB Bogor pada tahun 2003 bidang studi Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.
Gelar kesarjanaannya diselesaikan tahun 1983 di IKIP Bandung bidang studi Pendidikan Manajemen. Ia melanjutkan S2 nya di PPS UNPAD Bandung dengan  kajian Sosiologi Pembangunan Ekonomi selesai tahun 1996.
Karier utama dijalaninya di FPIPS UPI Bandung sebagai lektor kepala dan berbagai aktivitas lain, yaitu sebagia konsultan dan dosen di beberapa tempat. Di samping itu, berbagai kegiatan penelitian telah dilakukannya.
Hasil tulisan yang telah dipublikasikan antara lain: Dasar Akuntansi, Manajemen  Tenaga Kerja, Manajer dan Informasi Akuntansi, Management Accounting, Manajer Sumber Daya Manusia I, Akuntansi Manajemen, Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, Pengantar Manajemen, dan Manajemen Keuangan.

B.  Latar Belakang dan Isi Buku
Buku pengantar manajemen karya Dr. H.B. Siswanto, M.Si yang terdiri dari 10 bab ini ditulis berdasarkan atas keprihatinan sang penulis terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat yang menganggap bahwa manajemen merupakan suatu konsep yang sangat sederhana yang sering dirangkaikan pada permasalahan tertentu. Buku ini menekankan dua hal yang mendasar yakni manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, sebagai suatu ilmu, manajemen merupakan akumulasi pengetahuan yang telah disitematisasikan menjadi satu kesatuan yang terpadu sehingga menjadi pegangan dasar dalam melakukan tindakan ilmiah sedangkan manajemen sebagai suatu seni merupakan suatu keahlian, kemampuan, kemahiran, serta keterampilan dalam aplikasi prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya secara efisien dan efektif.
Bab I: Membahas bagaimana konsep dasar manajemen itu, pembahasan drincikan mulai dari batasan manajemen, filsafat manajemen, ilmu dan seni manajemen, pentingnya tujuan dalam manajemen, pengertian dan keterkaitan antara manajemen, manajer dan kepemimpinan, keterampilan dan peran manajer dan yang terakhir tentang proses manajemen. Sebagai pembuka, bab ini cukup jelas memberi gambaran konsep dasar manajemen sebelum melanjutkan ke bab-bab berikutnya.
Bab II: Bertajuk ‘Perkembangan Konsep Manajemen’, dalam bab ini berisikan mahzab-mahzab atau aliran manajemen, ada tiga mahzab manajemen yang mengikuti perkembangannya.
Bab III: Mengenai perencanaan, perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merencanakan berarti mengupayakan penggunaan sumber daya manusia (human resources) dan sumber daya lainnya (other resources) untuk mencapai tujuan.
Bab IV: Berbicara tentang pengorganisasian, pengorganisasian adalah sesuatu hal yang penting dalam manajemen, organisasi dengan adanya sekelompok orang yang berinteraksi.
Bab V: Pengarahan adalah proses pembimbingan, pemberian petunjuk, dan instruksi kepada bawahan agar mereka bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Bab VI: pemotivasian, motivasi sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan (moves) dan mengarah atau menyalurkan perilaku ke arah mencapai kebutuhan yang memberi kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan.
Bab VII: Pengendalian. Dalam pengendalian berusaha untuk mengevaluasi apakah tujuan dapat dicapai dan apabila tidak dapat dicapai dicari factor penyebabnya.
Bab VIII: kepemimpinan, batasan kepemimpinan menurut Ralph M. Stogdill bahwasannya kepemimpinan manajerial sebagai proses pengarahan dan mempengaruhi aktivitas yang dihubungkan dengan tugas dari para anggota kelompok.
Bab IX: Pengambilan keputusan adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam usaha memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi kemudian menetapkan berbagai alternatif  yang dianggap paling rasional dan sesuai dengan lingkungan organisasi.
Bab X: manajemen mutu terpadu, bahwasannya suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.

C.  Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan dari Buku ini yaitu telah atau sudah berisi materi yang dibutuhkan untuk mata kuliah manajemen, dilengkapi dengan tabel dan gambar sehingga lebih memahami jika belajar dengan buku ini. Cover buku ini menarik untuk dibaca, teknis penulisan mudah untuk dibaca, kondisi buku bagus dan terawat. buku mudah di bawa kemana-kemana karena ukurannya yang kecil. Sedangkan kelemahan dari buku ini yaitu untuk pembeda di setiap point kurang jelas, seharusnya di bold agar mudah untuk dibaca ulang, ukuran tulisan juga terlalu kecil, tanda untuk kata yang penting kurang jelas.

D.  Kesimpulan
Dua hal mendasar yang ditekankan dalam buku ini adalah bahwa manajemen sebagai suatu ilmu dan seni. Sebagai suatu ilmu, manajemen merupakan akumulasi pengetahuan yang telah disistematisasikan menjadi satu kesatuan yang terpadu sehingga menjadi pegangan dasar dalam melakukan tindakan ilmiah. Manajemen sebagai suatu seni merupakan suatu keahlian, kemampuan, kemahiran, serta ketrampilan dalam aplikasi prinsip, metode dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya secara efisien dan efektif.

E.   Referensi
1.      Siswanto. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta. Bumi Aksara
2.      _____, 2013, Resume Buku Pengantar Manajemen, diakses pada http://ahareyy.blogspot.co.id



Senin, 02 Oktober 2017

MataKuliah Kesekretariatan



 Mengelola Perlengkapan Perkantoran

A.  PENGERTIAN KANTOR

Istilah kantor berasal dari bahasa Belanda,yaitu kantor yang diartikan sebagai tempat atau ruang untuk melakukan pekerjaan tulis menulis, badan usaha, atau instansi, serta hedung yang menjadi pusat kegiatan tata usaha.
Kantor terdiri dari dua bagian, yaitu kantor statis dan kantor dinamis. Statis menggambarkan gedung dan fasilitas perlengkapannya, sedangkan dinamis identik pada kegiatannya.
Oleh kerena itu, dapat ditarik garis pemisah antara pengertian gedung kantor dan kegiatannya. Kantor dalam arti statis adalah fisik gedung, peralatan, dan perabot yang dipergunakan oleh para pegawai dalam proses produksi. Statis berarti diam tak berubah, tetap tidak berganti.

Ciri-ciri kantor menurut pendapat Drs. A.S. Moenir adalah sebagai berikut:
1.    Kantor berupa bangunan yang berfugsi sebagai tempat yang bebas dari hujan da panas bagi orang yang berada di dalamnya.
2.    Kegiatan yang dilakukan umumnya tulis menulis, komunikasi dan dokumentasi.
3.    Terdapat alat-alat kerja seperti mesin tulis, mesin pengganda, mesin penghancur kertas, dll. Serta dilengkapi dengan perlengkapan kantor lainnya, seperti: meja, kursi, buku, rak buku, dan fasilitas kerja lainnya seperti lampu, AC, telepon, dan sebagainya.

Dalam hal ini pengertian kantor menunjukkan tempat untuk melaksanakan kegiatan sehingga dapat dikatakan pengertian kantor dalam arti statis. Sedangkan dalam arti dinamis sama dengan tata usaha yaitu kegiatan yang dilaksanakan dalam suatu tempat untuk menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim, dan menyimpan berbagai informasi yang diperlukan organisasi.
Dapat disimpulkan bahwa kantor atau tata usaha merupakan tempat atau ruangan yang digunakan untuk melakukan kegiatan administrasi dengan menggunakan berbagai peralatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Istilah kantor dalam bahasa Belanda memiliki sekurang-kurangnya empat pengertian, yaitu:
1.    Ruang kerja, ruang tulis
2.    Markas atau tempat seorang pengusaha atau staff dalam menjalankan aktivitas pokoknya
3.    Tempat kedudukan pimpinan dari administrasi
4.    Instansi, perusahaan, atau badan.

Istilah kantor dalam bahasa Inggris menurut Prof. Dr. Prayudi Atmosudirjo, yaitu:
1.    Kewajiban, tugas, atau fungsi
2.    Jabatan
3.    Markas, atau tempat seorang atau staffnya menjalankan tugas
4.    Jasa pelayanan
5.    Tugas pekerjaan, komposisi dari urusan tertentu
6.    Tempat, gedung yang dipakai sebagai pusat tata kerja usaha

Kesimpulan daari kedua pengertian di atas bahwa kantor adalah unit organisasi yang terdiri atas tempat, staff, personel, dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan. Menurut G.R. Terry jenis pekerjaan kantor yang pokok terdiri dari:
1.    Typing (mengetik)
2.    Calculating (menghitung)
3.    Checking (memeriksa)
4.    Filling (menyimpan warkat)
5.    Telephoning (menelepon)
6.    Duplicating (menggandakan)
7.    Mailing (mengirim surat)

Jenis pekerjaan kantor merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan yang diharapakan. Pekerjaan tersebut dapat dibagi-bagi dan dapat dipelajari secata teliti sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Ø Aktivitas kantor
Kegiatan kantor adalah mengolah informasi yang dilakukan oleh para pegawai kantor yang menghasilkan dokumen, seperti surat, laporan, maupun neraca.
Kegiatan tata usaha adalah sebagai berikut:
a.    Penerimaan dan pengiriman warkat
b.    Penerimaan tamu kantor
c.    Pengetikan
d.   Penyalinan
e.    Penggandaan, dll.
Dari kegiatan kantor di atas menggambarkan bahwa ruang lingkup kantor cukup rumit dan kompleks. Berkembang menjadi suatu pengetahuan ketatausahaan yang bersifat khusus seperti pengetahuan kearsipan, surat-menyurat, stenografi, dan mengetik.

Ø Peranan tata usaha (kantor)
a.    Peranan tata usaha melayani pekerjaan operaasional dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan untuk mempermudah penyelesaian pekerjaan.
b.    Peranan tata usahautnuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan dengan menyediakan data yang diperlukan sehingga pimpinan dapat melakukan keputusan dengan tepat.
c.    Peranan tata usaha sebagai bagian yang dapat memelihara kelancaran kehidupan berorganisasi karena fungsinya sebagai pusat ingatan dan sumber dokumen.

B.  PERBEKALAN

Perbekalan adalah rangkaian kegiatan merencanakan, mengadakan, dan mengatur pemakaian barang-barang keperluan kerja dalam usaha kerja sama yang bersangkutan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pusataka) perbekalan diartikan semua barang yang perlu disediakan untuk keperluan tertentu.

Perbekalan merupakan salah satu unsur penunjang dalam administrasi, selain tujuan unsur  penunjang lainnya. Di dalam ilmu administrasi terdapat delapan unsur penunjang, yaitu:

1.    Manajemen
2.    Pengorganisasian
3.    Komunikasi
4.    Kepegawaian
5.    Keuangan
6.    Perbekalan
7.    Tata usaha
8.    Hubungan masyarakat



Dengan demikian, dapat dikatakan perbekalan itu merupakan bagian penting dalam proses pencapaian tujuan organisasi. Aktivitas perbekalan juga menyangkut sarana dan prasarana yang digunakan dalam suatu proses pelaksanaan suatu pekerjaan di kantor, mulai dari aktivitas pengadaan sampai dengan pengendalian.
1.    Tujuan perbekalan
a.    Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas organisasi
b.    Untuk mengetahui barang peralatan milik organisasi secara up to date melalui daftar inventaris barang.
c.    Untuk mengetahui barang/peralatan yang rusak dan tidak bisa diperbaiki sehingga harus dimusnahkan atau rusak tetapi masih dapat diperbaiki.
2.    Fungsi-fungsi perbekalan
a.    Fungsi pengadaan
Bertugas dalam bidang pengembangan dan pengawasan terhadap system perbekalan yang meliputi kebijaksanaan, tata kerja, standarisasi, biaya material, fasilitas, bidang personal, dan bidang latihan perbekalan.
b.    Fungsi inventaris
Disimpulkan dalam Perpu No. 5/1692 pasal 2 ayat (b) yang berbunyi, “Mengadakan administrasi yang rapi mengenai barang-barang yang masuk dan keluar”. Dalam hal ini perlu adanya pencatatan tentang barang.
c.    Fungsi Penggunaan dan Pemeliharaan
Bertugas mengawasi tata kerja perbekalan instansi setelah barang bekal diterima dari penjual atau dari instansi lain.
d.   Fungsi Pengiriman/Pemindahan
Dilakukan untuk mengadakan suatu barang perbekalan, dibutuhkan aktivitas pengiriman melalui jalan darat, laut, dan udara.
e.    Fungsi Penyimpanan
Dilakukan akan benda-benda perbekalan dilakukan dalam jangka waktu yang lama (maksimal).
f.     Fungsi Penyingkiran dan Penghapusan Barang
Benda-benda yang telah rusak perlu disingkirkan, sedangkan benda-benda kelebihan dalam keadaan baru perlu dilakukan penjualan atau pelelangan, penukaran, penghancuran, dan perbaikan atas benda-benda itu.



3.    Ruang Lingkup Perbekalan
Ruang lingkup dalam perbekalan mencakup segala macam barang atau benda baik yang bergerak maupun tidak bergerak, digunakan dalam sekali pakai maupun tidak habis pakai, serta barang yang berukuran kecil maupun besar yang digunakan sebagai sarana penunjang kelancaran proses pekerjaan dan aktivitas organisasi.
Barang-barang dalam perbekalan, yaitu sebagai berikut:
a.       Peralatan kantor (office application)
Untuk mendukung kelancaran dan mempermudah proses pekerjaan kantor diperlukan alat-alat kantor yang memadai. Peralatan kantor adalah benda-benda yang digunakan secara langsung sebagai penunjang kegiatan kantor yang tidak habis dalam satu kali pakai. Barang tidak habis pakai maksudnya semua barang yang dapat dipakai berulang-ulang tidak susut volumenya atau kegunaannya dalam jangka waktu yang panjang serta memerlukan perawatan terhadapnya agar selalu siap pakai.
Barang-barang tak habis pakai, yaitu sebagai berikut:
1)      Mesin-mesin kantor (office machine)
Mesin-mesin kantor adalah segenap peralatan kantor yang digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas pekerjaan kantor, baik cara kerja mekanis, elektrik, maupun elektronik.
Mesin-mesin kantor dapat dibedakan menjadi berbagai jenis sesuai dengan kegunaan alat-alat tersebut.
a)      Mesin kantor sebagai alat komunikasi
Contoh : telepon, airphone, handphone, intercom, faximile, internet
b)      Mesin kantor sebagai alat pengganda dan pengumpulan dokumen
Contoh : mesin stensil manual, fotokopi, risofraf, dll.
c)      Mesin kantor sebagai alat pencatat / perekam data
Contoh : tape recorder, computer, camera digital
d)     Mesin kantor sebagai alat bantu presentasi
Contoh : OHP, LCD, proyektor, micropon
e)      Mesin kantor sebagai alat tulis
Contoh : mesin ketik, komputer
f)       Mesin penghancur dokumen atau kertas
Contoh : paper schredder
g)      Mesin hitung
Contoh : kalkulator, cash register

2)      Perabot Kantor (office furniture)
Perabot kantor dalam bahasa inggris disebut office furniture, meliputi kursi, lemari arsip, meja, rak, dsb. Perabot kantor adalah peralatan kantor tidak habis pakai. Perabot kantor terdiri dari perabot utama dan perabot tambahan.
Perabot utama kantor, meliputi:
a)      Meja,lemari, laci yang dapat dikunci
b)      Filling cabinet
c)      Rak buku
d)     Meja mesin ketik dan computer
e)      Lemari dan rak serta kursi
Sedangkan perabot kantor tambahan meliputi jam dinding, hiasan, radio, cermin, perabot kantor termasuk interior kantor.

b.      Perlengkapan kantor
Perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan sebagai pelengkap yang diperlukan dalam proses penggunaan peralatan sebagai penunjang kelancaran pekerjaan kantor, selain itu barang-barang tersebut termasuk barang habis pakai. Barnag habis pakai adalah barang yang susut volumenya pada waktu digunakan. Dalam jangka pendek barang itu akan habis atau tidak dapat berfungsi lagi. Dapat dikatakan barang tersebut sebagai pendamping atau pelegkap dalam proses pengoperasian aktivits peralatan kantor. Barang-barang tersebut meliputi.
1)      Alat tulis kantor
Alat tulis berarti barang yang dipakai untuk mencapai suatu maksud. Dalam buku kearsipan (Wursanto, 1991) dijelaskan yang termasuk alat-alat tulis, meliputi:

·      Kertas
·      Buku Tulis
·      Pensil
·      Cap
·      Karbon
·      Rautan, dsb.


2)      Perlengkapan dan peralatan tata usaha lainnya
Barang ini berupa barang kecil, baik yang habis pakai maupun yang tidak habis pakai yang sering digunakan secara rutin dalam aktivitas tata usaha. Meskipun secara fisik bentuknya tipis ataupun kecil, tetapi fungsinya sangat mendukung dalam proses mauupun hasil pekerjaan kantor khususnya dari segi mudah, praktis, rapi,  ringan, cepat, dan tepat. Barang-barang tersebut meliputi. :

·      Stopmap
·      Penjepit kertas
·      Pembuka surat
·      Sneelhecter
·      Ordner
·      Numerator
·      Spindle file
·      Perforator



C.    ISTILAH-ISTILAH DALAM PERLENGKAPAN PERKANTORAN

1.      Mesin-Mesin Kantor
Mesin-mesin kantor adalah segenap alat yang digunakan untuk menghimpun, mencatat dan mengolah bahan-bahan keterangan dalam pekerjaan tata usaha yang bekerja secara mekanik, elektronik dan magnetic.
2.      Perabot Kantor
Perabot kantor adalah benda kantor yang pada umumnya terbuat dari kayu yang digunakan untuk melaksanakan tugas tata usaha misalnya meja, kursi, lemari, dan rak arsip.
3.      Peralatan kantor
Peralatan kantor adalah segenap alat yang digunakan dalam pekerjaan kantor misalnya peralatan kantor terdiri dari mesin kantor, dan perabot kantor.
4.      Bekal Kantor/ Tata Usaha
Bekal kantor/tata kantor adalah benda yang akan habis jika digunakan setiap hari di kantor. Benda tersebut pada umumnya digunakan untuk keperluan tulis menulis, yang dalam pelaksanaan kerja sehari-hari banyak dipakai dan biasanya tidak tahan lama.
5.      Hiasan Kantor
Hiasan kantor adalah benda kantor yang pada umumnya untuk menambah suasana yang menyenangkan.
6.      Perlengkapan Kantor
Perlengkapan Kantor adalah barang yang digunakan sebagai pelelngkap dalam proses penggunaan alat kantor pada aktivitas kantor. Biasanya terdiri dari barang habis pakai dan ATK.
7.      Alat Bantu Peraga
Alat bantu peraga adalah alat yang digunakan untuk membantu kelancaran komunikasi antara penyaji dengan pengdengar, misalnya televise, radio, dsb.

Sumber : 
Katalog Buku Produktif Sejahtera Sahabat Menimba Ilmu, Modul "Mengelola Peralatan Kantor (Paket 1)" 
Sutrisno, Suherman.2007. Menggunakan Peralatan Kantor. Sukabumi:Yudhistira

Demikian yang dapat saya berikan, atas kekurangan dan kesalahan dalam pemaparan materi di blog ini saya pribadi minta maaf. :)  
Mari Semangat belajar hehehe

Pengalaman Terindah "lolos UGM"

Okey Guys, saya mau memperkenalkan teman saya yang satu ini dengan segala mimpi dan perjuangannya. langsung saja ini dia ===> Cekidoott ...